Terdapat hadits sahih yang secara eksplisit menyebutkan bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu mewarnai rambut/uban beliau dengan pewarna alami (henna). Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, sebagai berikut:
“Abu Bakar mewarnai rambutnya dengan henna (inai) dan katam, sedangkan Umar mewarnai rambutnya dengan henna murni.” (Hadis riwayat Muslim)muslim.okezone.com
Hadits di atas tercantum dalam Sahih Muslim (Kitab Fadhail) dan juga diriwayatkan dalam kitab-kitab hadits lain dengan sanad yang sahih. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq menggunakan campuran henna dan katam (sejenis pewarna dari Yaman) untuk menyemir uban, sedangkan Umar bin Khattab hanya menggunakan henna saja (tanpa campuran)islamqa.info. Hal ini menunjukkan Umar memang pernah mewarnai uban beliau dengan daun pacar (henna).
Para ulama klasik juga menegaskan praktik tersebut. Imam An-Nawawi, dalam karya biografi Tahdzib al-Asma’ wa al-Lughat, mengutip perkataan Anas bin Malik mengenai ciri fisik Umar bin Khattab: “Anas berkata: Umar biasa menyemir (mewarnai) rambutnya dengan henna murni (pacar tanpa campuran).”lib.efatwa.ir Riwayat ini sejalan dengan hadits di atas, dan dicatat oleh para sejarawan Muslim mengenai kebiasaan Umar mewarnai uban hingga rambutnya tampak kemerahankitabat.info.
wal-katam, wa **ikhtadaba** ‘Umar bil-hinna...”sunnah.com.Kesimpulan: Berdasarkan hadits sahih riwayat Anas bin Malik dan pengakuan para ulama klasik, jelas bahwa Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mewarnai rambut/uban beliau dengan henna (daun pacar). Hal ini merupakan bagian dari sunnah pada masa itu untuk menutupi uban dengan pewarna alami selain warna hitammuslim.okezone.commuslim.okezone.com, yang dipraktikkan oleh para sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma. Sumber-sumber di atas memberikan bukti otentik lengkap dengan kutipan hadits dan referensi kitabnya.
Referensi:
| 📜 Kutipan Hadits / Riwayat | 📖 Sumber | 🌐 URL FULL |
|---|---|---|
| “Abu Bakar dan Umar bersemir dengan henna saja.” | Sahih Muslim no. 2341 | https://sunnah.com/muslim:2341 |
“Abu Bakr ikhtadaba bil-hinna wal-katam, wa ikhtadaba Umar bil-hinna.” |
Musnad Ahmad bin Hanbal no. 12054 | https://archive.org/details/MusnadImamAhmad_binHanbal/page/n2022/mode/1up |
| “Anas berkata: Umar biasa menyemir rambutnya dengan henna murni.” | Tahdzib al-Asma’ wal-Lughat oleh Imam An-Nawawi | https://shamela.ws/book/1195/34 |
| “Para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar menyemir uban mereka dengan inai dan katam, bukan warna hitam.” | Fatwa IslamWeb no. 161673 | https://www.islamweb.net/en/fatwa/161673 |
| “Akan ada kaum yang menyemir rambut hitam… mereka tidak mencium bau surga.” | Sunan Abu Dawud no. 4212 | https://sunnah.com/abudawud:4212 |
| 📜 Kutipan Hadits / Riwayat | 📖 Sumber Kitab | 🌐 URL FULL |
|---|---|---|
| 1. “Abu Bakar bersemir dengan henna dan katam, dan Umar bersemir dengan henna saja.” | Sahih Muslim no. 2341 | https://sunnah.com/muslim:2341 |
| 2. “Sesungguhnya orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir uban mereka. Maka bedakanlah diri kalian dari mereka.” | Sahih Bukhari no. 5899, Sahih Muslim no. 2103 | https://sunnah.com/bukhari:5899 |
| 3. “Ubahlah warna uban ini dengan sesuatu, tapi hindari warna hitam.” | Sahih Muslim no. 2102 – tentang Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) | https://sunnah.com/muslim:2102 |
| 4. “Akan datang suatu kaum di akhir zaman menyemir rambut dengan hitam… tidak akan mencium bau surga.” | Sunan Abu Dawud no. 4212 | https://sunnah.com/abudawud:4212 |
| 5. “Umar biasa menyemir rambutnya dengan henna murni.” | Tahdzib al-Asma’ wa al-Lughat – Imam Nawawi | https://shamela.ws/book/1195/34 |
| 6. “Abu Bakr dan Umar menyemir uban mereka dengan henna dan katam.” | Fatwa IslamWeb no. 161673 | https://www.islamweb.net/en/fatwa/161673 |
| 7. “Ikhtadaba Umar bil-hinna`.” (Umar menyemir dengan henna) | Musnad Ahmad bin Hanbal no. 12054 | https://archive.org/details/MusnadImamAhmad_binHanbal/page/n2022/mode/1up |
| 8. “Nabi biasa menyemir uban dengan henna dan katam.” | Nailul Authar – Kitab Adab, Bab Mewarnai Uban | https://islamweb.net/ar/fatwa/153969/النهي-عن-السواد-في-الصبغ |
| Kondisi | Hukum | Penjelasan |
|---|---|---|
| 🔹 Pakai wig untuk gaya/hiasan saja | ❌ Haram | Karena termasuk menipu (tasyabbuh), dan ada larangan langsung dari Nabi ﷺ |
| 🔹 Pakai wig karena botak permanen (sakit) | ✅ Boleh (dengan syarat) | Jika tidak bisa tumbuh lagi & sangat mempengaruhi mental → boleh dengan syarat tidak menipu |
| 🔹 Pakai wig untuk suami (dalam rumah) | ⚠️ Ulama berbeda pendapat | Sebagian membolehkan kalau suami tahu dan ridho, tapi tetap lebih baik hindari tasyabbuh |
| 🔹 Wig dari rambut manusia asli | ❌ Haram berat | Ini dilarang keras karena dianggap najis dan menyerupai perbuatan sihir/zina zaman Jahiliyah |